Tugas 1
PENEMUAN MESIN PENGGILING ATAU
PENGHANCUR BATANG SINGKONG OLEH SMK NEGERI 1 SEPUTIH AGUNG
Gelaran pameran Creativity Innovation
Technology Enterpreneurship atau CITE Expo 2017 yang di laksanakan oleh
Universitas Bandar Lampung berlangsung sangat meriah. Ini adalah pameran
Technology dimana banyak sekali Stand atau Booth yang dapat kita kunjungi untuk
melihat atau mengetahui penemuan-penemuan teknologi baru yang unik dan sangat
menarik perhatian.
CITE Expo 2017 yang dilaksanakan selama
4 hari dari tanggal 23 Oktober 2017 sampai 26 Oktober 2017 ini turut mengundang
banyak sekolah-sekolah atau perguruan tinggi di Lampung yang memamerkan banyak
sekali penemuan-penemuan yang menarik dan sangat bermanfaat. Setiap sekolah
atau Perguruan Tinggi yang menjadi bagian dari CITE Expo 2017, di perbolehkan
mempresentasikan hasil penemuannya di depan panggung yang disaksikan oleh
seluruh peserta atau tamu undangan dan mahasiswa atau mahasiswi serta para
Dosen Universitas Bandar Lampung.
Ada banyak sekali penemuan yang saya
temui selama gelaran CITE Expo 2017. Mulai dari penemuan teknologi melalui
sistem Handphone Android bahkan sampai adanya penemuan alat yang diciptakan
dengan berbasis mesin. Dan di hari kedua gelaran pameran teknologi ini, saya
menemui salah satu dari banyak Stand dan Booth yang sangat menarik perhatian.
Alat ini bernama MESIN PENGGILING BATANG SINGKONG.
Jika didengar dari namanya, bisa
dikatakan alat ini sangat jarang atau hampir tidak pernah terfikirkan oleh kita
sebagai mahasiswa atau mahasiswi. Tetapi ternyata yang lebih menarik lagi adalah
alat yang menurut saya sangat berguna ini adalah salah satu penemuan yang
diciptakan oleh Siswa dan siswi SMK NEGERI 1 Seputih Agung.
Mereka menciptkan mesin penggiling
batang singkong dengan tujuan untuk membantu petani singkong agar batang
singkong yang tadinya tidak terpakai dan hanya menjadi tumpukan batang
terbengkalai, kini dapat dimanfaatkan sebagai pangan ternak. Tidak hanya batang
singkong yang dapat dihancurkan oleh mesin penemuan yang mereka ciptakan, melainkan
mesin penggiling ini juga dapat menghancurkan batang jagung bahkan batang pohon
papaya sekalipun.
Mesin yang memiliki daya listrik rendah
ini ditemukan oleh siswa dan siswi SMK NEGERI 1 Seputih Agung pada tahun lalu
dan belum untuk diperjual belikan. “untuk sementara ini, mesin penggiling
batang singkong ini belum resmi untuk kami perjual belikan, namun tidak
menuntut kemungkinan kalau nantinya kami akan memproduksi alat ini dalam jumlah
banyak dan dapat kami perjual belikan” jelas Zainal, salah satu siswa SMK
NEGERI 1 Seputih Agung dan pencipta mesin penggiling batang singkong.
Kemudian salah satu rekan Zainal yaitu
Imam yang juga adalah penemu atau pencipta mesin penggiling batang singkong ini
juga mengatakan bahwa untuk meciptakan alat atau mesin yang sangat berguna bagi
masyarakat terutama di bagian pedesaan ini tidak memakan waktu lama. Cukup
dengan waktu paling lama satu minggu mereka dapat menciptakan satu mesin
penggiling batang singkong ini. Bayangkan apabila satu minggu dapat menciptakan
satu alat berarti dalam satu bulan, mereka dapat menghasilkan atau menciptakan
sekitar empat alat penggiling batang singkong dan jika dikalikan lagi makan
dalam satu tahun mereka dapat menghasilkan sampai 48 mesin penggiling batang
singkong. Sangat menarik bukan?
Menurut saya, penemuan alat atau mesin
penggiling batang singkong ini harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah.
Karena alat ini tidak diragukan lagi manfaat dan kegunaannya bagi masyarakat
terutama dibagian pedesaan yang mata pencaharian sehari-harinya adalah sebagai
petanai yang bercocok tanam.
Masih membahas tentang penemuan mesin
penggiling batang singkong yang diciptakan oleh siswa siswi SMK NEGERI 1
Seputih Agung. Yang perlu kita ketahui adalah ternyata mereka meciptakan dua
jenis mesin penggiling batang singkong yang berbeda ukuran namun tetap sama
kegunaan dan manfaatnya. Mesin yang pertama kali diitemukan adalah berukuran
besar dengan tinggi 120cm. Dengan kapasitas mampu menghancurkan sebanyak 300kg
rempah batang sigkong atau sekitar 600 batang singkong. Bukan suatu hal yang
biasa, mesin kecil yang hanya berukuran kurang dari satu setengah meter ini
dapat bekerja sangat keras dalam megnhancurkan batang singkong yang tujuanya
adalah sebagai pangan ternak.
Namun karena kapasitas bahan dasar dan
untuk mempermudah penyimpanan, siswa siswi SMK NEGERI 1 Seputih Agung
meciptakan mesin penggiling batang singkong dengan ukuran yang lebih kecil
yaitu setinggi 50cm tetapi tetap dengan manfaat dan kegunaan yang sama. Hanya
saja mesin yang berukuran lebih kecil mempunyai kapasitas 3 kali lebih rendah
daripada mesin yang berukuran besar. Mesin yang berukuran kecil hanya mampu
menghancurkan atau menghasilkan batang singkong sebanyak 100kg atau sekitar 200
batang singkong selama satu jam. Tetap saja bukan suatu hal yang mudah diduga.
Mesin atau alat yang beukuran hanya setengah meter dapat bekerja dengan sangat
baik dan tidak memakan daya listrik yang tinggi.
Demikian yang dapat saya laporkan dari
hasil perbincangan saya dengan 2 siswa yang menjadi penemu atau pencipta Mesin
Penggiling Batang Sinngkong yaitu Zainal Arifin dan Imam Ibnu Kurniawan. Saya
berharap dengan adanya pameran CITE Expo 2017 ini, pemerintah dapat melihat
bahwa Generasi Muda Indonesia juga memiliki kemampuan yang mampu bersaing tinggi
dalam membangun Indonesia menjadi lebih maju.
Tugas 2
SAI RADIO 100 FM MENANGKAN KPID LAMPUNG AWARD 2017
Radio SAI 100 FM meraih
KPID Lampung Award 2017 untuk kategori Musik dan Informasi. Penyerahan
Penghargaan KPID Lampung Award 2017 dilakukan di Gedung Pasca Sarjana
Universitas Bandar Lampung, Selasa (28/11).
Acara ini dihadiri oleh
Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, Komisioner KPI Pusar Dewi Setiarini, Ketua
DPRD Lampung Dedi Afrizal, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol
Sulistiyaningsih, Perwakilan KPID dari beberapa Provinsi, Forkopimda, pimpinan
Lembaga penyiar, dan perguruan tinggi.
Pada tahun ini SAIRADIO
100 FM diberi keprcayaan untuk menjabat sebagai pemenang di KPID Lampung Award
2017 dalam kategori Musik dan Informasi dalam program SAI Plus (Plus Info, Plus
Up-Date, Plus Lampung). Program ini berisi tentang informasi seputar Lampung
yaitu Event Lampung, tren in Lampung, hanya di Lampung dan haga cawa (cawa pai
sai helau) dengan penyiar Windi Shahab.
Penghargaan diterima
oleh Iskandar Zulkarnain selaku Pimpinan Redaksi Harian Umum Lampung Post dan
Rinda Mulyani selaku Ass Kadiv SAI RADIO 100 FM. Selain meraih penghargaan
dikategoriMusik dan Informasi, SAI RADIO 100 FM juga masuk kategori untuk
Talkshow dan Presenter Terbaik Nerisa Lyandra.
Tugas 3 TOR
RABEG MAKANAN KHAS BANTEN
Latar Belakang
seiring kemajuan teknologi ada banyak dampak positif yang bisa dirasakan oleh masyarakat. Dampak terbesarnya adalah menjadi sumber penyebar informasi terluas. Tetapi ada banyak juga dampak negatif yang dirasakan dari penyebaran informasi yang cepat dan luas, Salah satunya di bidang kuliner. Ketertarikan saya pada bidak kuliner membuat saya ingin meneliti lebih jauh tentang Restoran yang masih menjual makanan khas suatu daerah di era yang sudah modern dan banyak jenis makanan khas dari luar negeri yang masuk ke Indonesia dan menjadi pesaing yang berat.
Dalam hal ini saya tertarik untuk meneliti makanan khas daerah Banten yaitu Rabeg yang hanya dijual di satu tempat didaerah kota Bandar Lampung dan tidak adadi restoran lain. Restology Steak and Rabeg adalah lokasi penelitian yang akan saya ambil untuk mencari tau seperti apa dan sejauh apa perkembangan Rabeg di Bandar Lampung.
Lokasi Penelitian:
Restology Steak and Rabeg
Nama Narasumber:
Mba Astri selaku Pemilik Restology Steak and Rabeg
Sejarah Rabeg
Rabeg
merupakan masakan tradisional khas serang banten, Rabeg berbahan dasar daging
kambing yang memiliki rasa yang sangat gurih dan lezat serta lumayan pedas,
tentu sangat nikmat dan apalagi jika disantap ketika masih hangat, sangat cocok
bagi para pecinta kuliner apalagi yang sangat menyukai masakan pedas.
Asal muasal masakan
tradisional serang banten ini konon ceritanya ketika sultan banten saat itu
yaitu Sultan Maulana Hasanuddin ketika pergi naik haji, beliau terkesima
dengan keindahan kota pelabuhan pertama yang disinggahinya di tepi laut merah.
Kota indah itu bernama kota Rabiq. Tidak hanya terkesima oleh indahnya kota
Rabiq tapi beliau juga terkesan dengan sajian kuliner yang beliau cicipi
disana. Saat itu beliau menyantap menu hidangan daging kambing.
Singkat cerita, sepulangnya
beliau dari tanah suci, ternyata beliau masih terkesan dengan masakan
tradisional kota Rabiq itu dan beliau memerintahkan juru masak istana untuk
membuat resep masakan dari daging kambing seperti yang beliau cicipi di kota
Rabiq. Dan ternyata beliau menyukai hidangan daging kambing yang dibuat oleh
juru masak istana dan masakan daging kambing itu pun diberi nama Rabeg.
Sejak saat itu, Hidangan khas
Timur Tengah itupun menjadi hidangan wajib dihadirkan dihadapan penghuni istana
secara turun-temurun. Hingga sampai saat ini, masakan tradisional Rabeg masih
menjadi hidangan yang sangat populer di wilayah Banten. Dan karena
kenikmatannya, banyak pengusaha kuliner didaerah banten pun yang melirik
masakan tradisional ini dan menjadikannya sebagai menu andalan mereka.
Berikut ini adalah Resep cara membuat Rabeg Khas Banten :
Bahan-bahan/bumbu-bumbu:
·
200 gram usus kambing,
dibersihkan, dikepang, diikat bagian ujungnya
·
200 gram daging iga
kambing, dipotong-potong
·
100 gram hati kambing,
dipotong kotak
·
5 cm jahe, dimemarkan
·
3 batang serai,
diambil putihnya, dimemarkan
·
5 lembar daun jeruk,
dibuang tulangnya
·
1.500 ml air
·
8 butir bawang merah,
diiris tipis
·
2 cm jahe, diiris
tipis
·
2 buah cabai merah
keriting, dihaluskan
·
1 buah tomat merah,
dipotong-potong
·
2 sendok teh garam
·
1 sendok teh merica
bubuk
·
2 sendok teh gula
merah, disisir halus
·
6 butir cengkeh
·
2 cm kayumanis
·
1/2 sendok teh pala
bubuk
·
1.000 ml air
·
25 ml kecap manis
·
2 sendok makan minyak
untuk menumis
·
2 sendok makan bawang
merah goreng untuk taburan
Cara pembuatannya
sebagai berikut :
·
Rebus usus kambing,
daging kambing, hati kambing, jahe, serai, daun jeruk, dan air sampai matang
lalu Angkat dan tiriskan.
·
Haluskan: bawang
merah, bawang putih, merica, ketumabar, cabe rawit.
·
Panaskan minyak
kemudian Tumis bawang merah, jahe, dan cabai merah sampai harum lalu tambahkan
daging kambing, usus kambing, dan hati kambing lalu diaduk rata.
·
Masukkan tomat, garam,
merica bubuk, gula merah, cengkeh, kayumanis, dan pala bubuk kemudian diaduk
rata lagi.
·
Tuang air dan masak di
atas api kecil sampai meresap lalu tambahkan kecap manis dan aduk rata lagi.
·
Sajikan dengan irisan bawang goreng dan emping


Tidak ada komentar:
Posting Komentar