Sabtu, 30 Desember 2017

Fathiyah Hayati 15711020

Tugas 1
PENEMUAN MESIN PENGGILING ATAU PENGHANCUR BATANG SINGKONG OLEH SMK NEGERI 1 SEPUTIH AGUNG

Gelaran pameran Creativity Innovation Technology Enterpreneurship atau CITE Expo 2017 yang di laksanakan oleh Universitas Bandar Lampung berlangsung sangat meriah. Ini adalah pameran Technology dimana banyak sekali Stand atau Booth yang dapat kita kunjungi untuk melihat atau mengetahui penemuan-penemuan teknologi baru yang unik dan sangat menarik perhatian.

CITE Expo 2017 yang dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 23 Oktober 2017 sampai 26 Oktober 2017 ini turut mengundang banyak sekolah-sekolah atau perguruan tinggi di Lampung yang memamerkan banyak sekali penemuan-penemuan yang menarik dan sangat bermanfaat. Setiap sekolah atau Perguruan Tinggi yang menjadi bagian dari CITE Expo 2017, di perbolehkan mempresentasikan hasil penemuannya di depan panggung yang disaksikan oleh seluruh peserta atau tamu undangan dan mahasiswa atau mahasiswi serta para Dosen Universitas Bandar Lampung.

Ada banyak sekali penemuan yang saya temui selama gelaran CITE Expo 2017. Mulai dari penemuan teknologi melalui sistem Handphone Android bahkan sampai adanya penemuan alat yang diciptakan dengan berbasis mesin. Dan di hari kedua gelaran pameran teknologi ini, saya menemui salah satu dari banyak Stand dan Booth yang sangat menarik perhatian. Alat ini bernama MESIN PENGGILING BATANG SINGKONG.

Jika didengar dari namanya, bisa dikatakan alat ini sangat jarang atau hampir tidak pernah terfikirkan oleh kita sebagai mahasiswa atau mahasiswi. Tetapi ternyata yang lebih menarik lagi adalah alat yang menurut saya sangat berguna ini adalah salah satu penemuan yang diciptakan oleh Siswa dan siswi SMK NEGERI 1 Seputih Agung.

Mereka menciptkan mesin penggiling batang singkong dengan tujuan untuk membantu petani singkong agar batang singkong yang tadinya tidak terpakai dan hanya menjadi tumpukan batang terbengkalai, kini dapat dimanfaatkan sebagai pangan ternak. Tidak hanya batang singkong yang dapat dihancurkan oleh mesin penemuan yang mereka ciptakan, melainkan mesin penggiling ini juga dapat menghancurkan batang jagung bahkan batang pohon papaya sekalipun.

Mesin yang memiliki daya listrik rendah ini ditemukan oleh siswa dan siswi SMK NEGERI 1 Seputih Agung pada tahun lalu dan belum untuk diperjual belikan. “untuk sementara ini, mesin penggiling batang singkong ini belum resmi untuk kami perjual belikan, namun tidak menuntut kemungkinan kalau nantinya kami akan memproduksi alat ini dalam jumlah banyak dan dapat kami perjual belikan” jelas Zainal, salah satu siswa SMK NEGERI 1 Seputih Agung dan pencipta mesin penggiling batang singkong.

Kemudian salah satu rekan Zainal yaitu Imam yang juga adalah penemu atau pencipta mesin penggiling batang singkong ini juga mengatakan bahwa untuk meciptakan alat atau mesin yang sangat berguna bagi masyarakat terutama di bagian pedesaan ini tidak memakan waktu lama. Cukup dengan waktu paling lama satu minggu mereka dapat menciptakan satu mesin penggiling batang singkong ini. Bayangkan apabila satu minggu dapat menciptakan satu alat berarti dalam satu bulan, mereka dapat menghasilkan atau menciptakan sekitar empat alat penggiling batang singkong dan jika dikalikan lagi makan dalam satu tahun mereka dapat menghasilkan sampai 48 mesin penggiling batang singkong. Sangat menarik bukan?

Menurut saya, penemuan alat atau mesin penggiling batang singkong ini harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Karena alat ini tidak diragukan lagi manfaat dan kegunaannya bagi masyarakat terutama dibagian pedesaan yang mata pencaharian sehari-harinya adalah sebagai petanai yang bercocok tanam.

Masih membahas tentang penemuan mesin penggiling batang singkong yang diciptakan oleh siswa siswi SMK NEGERI 1 Seputih Agung. Yang perlu kita ketahui adalah ternyata mereka meciptakan dua jenis mesin penggiling batang singkong yang berbeda ukuran namun tetap sama kegunaan dan manfaatnya. Mesin yang pertama kali diitemukan adalah berukuran besar dengan tinggi 120cm. Dengan kapasitas mampu menghancurkan sebanyak 300kg rempah batang sigkong atau sekitar 600 batang singkong. Bukan suatu hal yang biasa, mesin kecil yang hanya berukuran kurang dari satu setengah meter ini dapat bekerja sangat keras dalam megnhancurkan batang singkong yang tujuanya adalah sebagai pangan ternak.

Namun karena kapasitas bahan dasar dan untuk mempermudah penyimpanan, siswa siswi SMK NEGERI 1 Seputih Agung meciptakan mesin penggiling batang singkong dengan ukuran yang lebih kecil yaitu setinggi 50cm tetapi tetap dengan manfaat dan kegunaan yang sama. Hanya saja mesin yang berukuran lebih kecil mempunyai kapasitas 3 kali lebih rendah daripada mesin yang berukuran besar. Mesin yang berukuran kecil hanya mampu menghancurkan atau menghasilkan batang singkong sebanyak 100kg atau sekitar 200 batang singkong selama satu jam. Tetap saja bukan suatu hal yang mudah diduga. Mesin atau alat yang beukuran hanya setengah meter dapat bekerja dengan sangat baik dan tidak memakan daya listrik yang tinggi.

Demikian yang dapat saya laporkan dari hasil perbincangan saya dengan 2 siswa yang menjadi penemu atau pencipta Mesin Penggiling Batang Sinngkong yaitu Zainal Arifin dan Imam Ibnu Kurniawan. Saya berharap dengan adanya pameran CITE Expo 2017 ini, pemerintah dapat melihat bahwa Generasi Muda Indonesia juga memiliki kemampuan yang mampu bersaing tinggi dalam membangun Indonesia menjadi lebih maju.


Tugas 2
SAI RADIO 100 FM MENANGKAN KPID LAMPUNG AWARD 2017

Radio SAI 100 FM meraih KPID Lampung Award 2017 untuk kategori Musik dan Informasi. Penyerahan Penghargaan KPID Lampung Award 2017 dilakukan di Gedung Pasca Sarjana Universitas Bandar Lampung, Selasa (28/11).

Acara ini dihadiri oleh Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, Komisioner KPI Pusar Dewi Setiarini, Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Sulistiyaningsih, Perwakilan KPID dari beberapa Provinsi, Forkopimda, pimpinan Lembaga penyiar, dan perguruan tinggi.

Pada tahun ini SAIRADIO 100 FM diberi keprcayaan untuk menjabat sebagai pemenang di KPID Lampung Award 2017 dalam kategori Musik dan Informasi dalam program SAI Plus (Plus Info, Plus Up-Date, Plus Lampung). Program ini berisi tentang informasi seputar Lampung yaitu Event Lampung, tren in Lampung, hanya di Lampung dan haga cawa (cawa pai sai helau) dengan penyiar Windi Shahab.

Penghargaan diterima oleh Iskandar Zulkarnain selaku Pimpinan Redaksi Harian Umum Lampung Post dan Rinda Mulyani selaku Ass Kadiv SAI RADIO 100 FM. Selain meraih penghargaan dikategoriMusik dan Informasi, SAI RADIO 100 FM juga masuk kategori untuk Talkshow dan Presenter Terbaik Nerisa Lyandra.



Tugas 3 TOR
RABEG MAKANAN KHAS BANTEN

Latar Belakang
seiring kemajuan teknologi ada banyak dampak positif yang bisa dirasakan oleh masyarakat. Dampak terbesarnya adalah menjadi sumber penyebar informasi terluas. Tetapi ada banyak juga dampak negatif yang dirasakan dari penyebaran informasi yang cepat dan luas, Salah satunya di bidang kuliner. Ketertarikan saya pada bidak kuliner membuat saya ingin meneliti lebih jauh tentang Restoran yang masih menjual makanan khas suatu daerah di era yang sudah modern dan banyak jenis makanan khas dari luar negeri yang masuk ke Indonesia dan menjadi pesaing yang berat. 
Dalam hal ini saya tertarik untuk meneliti makanan khas daerah Banten yaitu Rabeg yang hanya dijual di satu tempat didaerah kota Bandar Lampung dan tidak adadi restoran lain. Restology Steak and Rabeg adalah lokasi penelitian yang akan saya ambil untuk mencari tau seperti apa dan sejauh apa perkembangan Rabeg di Bandar Lampung.

Lokasi Penelitian:
Restology Steak and Rabeg

Nama Narasumber: 
Mba Astri selaku Pemilik Restology Steak and Rabeg

Sejarah Rabeg
Rabeg merupakan masakan tradisional khas serang banten, Rabeg berbahan dasar daging kambing yang memiliki rasa yang sangat gurih dan lezat serta lumayan pedas, tentu sangat nikmat dan apalagi jika disantap ketika masih hangat, sangat cocok bagi para pecinta kuliner apalagi yang sangat menyukai masakan pedas.
Asal muasal masakan tradisional serang banten ini konon ceritanya ketika sultan banten saat itu yaitu Sultan Maulana Hasanuddin ketika pergi naik haji, beliau  terkesima dengan keindahan kota pelabuhan pertama yang disinggahinya di tepi laut merah. Kota indah itu bernama kota Rabiq. Tidak hanya terkesima oleh indahnya kota Rabiq tapi beliau juga terkesan dengan sajian kuliner yang beliau cicipi disana. Saat itu beliau menyantap menu hidangan daging kambing.
Singkat cerita, sepulangnya beliau dari tanah suci, ternyata beliau masih terkesan dengan masakan tradisional kota Rabiq itu dan beliau memerintahkan juru masak istana untuk membuat resep masakan dari daging kambing seperti yang beliau cicipi di kota Rabiq. Dan ternyata beliau menyukai hidangan daging kambing yang dibuat oleh juru masak istana dan masakan daging kambing itu pun diberi nama Rabeg.
Sejak saat itu, Hidangan khas Timur Tengah itupun menjadi hidangan wajib dihadirkan dihadapan penghuni istana secara turun-temurun. Hingga sampai saat ini, masakan tradisional Rabeg masih menjadi hidangan yang sangat populer di wilayah Banten. Dan karena kenikmatannya, banyak pengusaha kuliner didaerah banten pun yang melirik masakan tradisional ini dan menjadikannya sebagai menu andalan mereka.
Berikut ini adalah Resep cara membuat Rabeg Khas Banten :
Bahan-bahan/bumbu-bumbu:
·         200 gram usus kambing, dibersihkan, dikepang, diikat bagian ujungnya
·         200 gram daging iga kambing, dipotong-potong
·         100 gram hati kambing, dipotong kotak
·         5 cm jahe, dimemarkan
·         3 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan
·         5 lembar daun jeruk, dibuang tulangnya
·         1.500 ml air
·         8 butir bawang merah, diiris tipis
·         2 cm jahe, diiris tipis
·         2 buah cabai merah keriting, dihaluskan
·         1 buah tomat merah, dipotong-potong
·         2 sendok teh garam
·         1 sendok teh merica bubuk
·         2 sendok teh gula merah, disisir halus
·         6 butir cengkeh
·         2 cm kayumanis
·         1/2 sendok teh pala bubuk
·         1.000 ml air
·         25 ml kecap manis
·         2 sendok makan minyak untuk menumis
·         2 sendok makan bawang merah goreng untuk taburan
Cara pembuatannya sebagai berikut :
·         Rebus usus kambing, daging kambing, hati kambing, jahe, serai, daun jeruk, dan air sampai matang lalu Angkat dan tiriskan.
·         Haluskan: bawang merah, bawang putih, merica, ketumabar, cabe rawit.
·         Panaskan minyak kemudian Tumis bawang merah, jahe, dan cabai merah sampai harum lalu tambahkan daging kambing, usus kambing, dan hati kambing lalu diaduk rata.
·         Masukkan tomat, garam, merica bubuk, gula merah, cengkeh, kayumanis, dan pala bubuk kemudian diaduk rata lagi.
·         Tuang air dan masak di atas api kecil sampai meresap lalu tambahkan kecap manis dan aduk rata lagi.
·         Sajikan dengan irisan bawang goreng dan emping

Tidak ada komentar:

Posting Komentar