Rabu, 27 Desember 2017

BRAM SATRIA DEWANTARA / 15711014

Tugas 1
 

Komunitas K-Pop Lampung Juarai Event kelas Interasional

Bandar Lampung  ( 20/11 ) - K-Circle, ajang lomba cover dance K-pop (Korean Pop) tahunan yang selalu diselenggarakan di Mangga Duua Square, Jakarta Pusat, selalu menjadi pusat perhatian anak anak muda pecinta Kpop diseluruh Indonesia, hal tersebut dikarenakan event ini tidak hanya melibatkan peserta dari seluruh daerah di Indonesia tetapi juga menyertakan peserta dari negara negara di Asia seperti, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Pada event ditahun ini pun acara lebih menarik dari sebelumnya karna ada nya Song Bak, salah satu CEO sekaligus dancer internasional dari Korea Selatan sebagai salah satu juri di event K-Circle 2017, dan tahun ini K-Circle membuka kategori pendatang baru yang dimana grup grup besar daerah yang belum pernah ikut dalam ajang tersebut akan diperlombakan. DMC Project salah satu nya, agensi dance cover dari Lampung ini terpilih untuk mewakili daerah Lampung dalam ajang tersebut. DMC Project mengirimkan 2 tim yaitu Tayrone dan Kalonice. Kedua tim tersebut membawa hasil yang membanggakan dari event K-Circle 2017, dimana mereka berhasil memenangkan Juara 1 & 2 dikategori Rookie ( Pendatang Baru ) dengan menyisihkan 18 tim lainnya dari kota – kota besar di Indonesia.

Bella Putri Ayuma (22), CEO dari DMC Project mengaku sangat tidak menyangka akan terpilih untuk mewakili Lampung di ajang sebesar itu, bahkan untuk menang pun Bella mengaku tidak pernah memikirkan nya. “Sama sekali tidak menyangka kami bisa diundang, awal nya memang tahu kalau event itu ada tapi tidak ada niatan untuk ikut, bahkan bisa jadi juara di event sebesar itu masih sulit dipercaya karna semua saingan nya berat, tapi ini jadi berkah untuk kami di akhir tahun 2017” Ungkap Bella saat ditemui di studio DMC Project yang berlokasi di Kemiling, Bandar Lampung.
 
Masyarakat umum yang mengetahui akan prestasi remaja remaja berbakat tersebut ikut merasakan kebahagiaan nya. Aprilia Sisca (20) Penggemar  K-Pop dan mejadi followers instagram DMC Project mengaku sangat bangga dengan prestasi DMC mengharumkan nama Lampung di event Internasional. “Bangga banget dengan hasil yang diraih DMC Project, siapa sangka nama Lampung bisa didengar dalam event sebesar itu”  jelas mahasiswi Universitas Lampung ini.

Event K-Cirlcle yang diadakan pada 15 November 2017 itu pun mengumumkan para pemenang kategori senior dengan juara 1 WTF (Indonesia) dan FXN (Malaysia) menempati posisi ke 2. Serta Tayrone dan Kalonice dari Lampung yang masing masing meraih juara 1 dan 2 di kategori Rookie, untuk kategori Favorite Performance diraih oleh H.I.M dari Singapura.

“Semoga kedepannya DMC bisa memngharumkan nama Lampung lagi kalau bisa sih mewakili Indonesia di ajang internasional di Korea Festival” ujar Bella dengan penuh semangat. DMC Project kedepannya akan terus berkreasi serta mencari prestasi prestasi baru diluar Lampung karna untuk mereka dance cover Korea sekarang bukan lagi sekedar hobi 

“Beberapa Member DMC Project ( Kostum Merah Hitam Kiri Foto ) bersama para pemenang dan juri event K-Circle 2017”




      Tugas 2



T-Burning (Technology Burning)
Alat Pembakaran Tanpa Asap
Oleh : Bram Satria Dewantara (15711014)


Acara CITE ( Creativity Innovation Technology & Entepreneurship ) yang diselenggarakan oleh pihak Universitas Bandar Lampung di Pasca Sarjana tepatnya digedung Mahligai Agung telah mengundang banyak perhatian dan menampilkan banyak hasil- hasil karya ilmiah atau teknologi terbaik dari tingkat SMA/SMK hingga Universitas. Banyak sekali karya yang diperlihatkan didalam event ini mulai dari karya seni, teknologi hingga pakaian pun menjadi daya tarik tersendiri. Event yang diadakan mulai 23 – 26 Oktober 2017 ini tak hanya menampilkan dan melombakan berbagai karya karya tersebut, namun terdapat berbagai seminar yang dapat diikuti oleh semua kalangan pelajar / mahasiswa sendiri. Salah satu yang menarik perharian adalah penemuan atau alat yang diciptakan oleh salah satu SMK yang berada diluar daerah Bandar Lampung sendiri, yaitu SMKN 3 Metro, mereka menciptakan sebuah alat yang dapat meminimalisir polusi yang ditimbulkan dari pembakaran sampah dan merubah sap menjadi udara yang baik.

T – Burning (Technology Burning) merupakan alat pembakaran sampah tanpa asap yang tercipta atau terbentuk karna kesadaran si pencipta / pemilik ide dari temuan tersebut. Ialah M. Nizar Ryansyah, Murid SMKN 3 Metro yang sekarang duduk di kelas 3 ini dibantu oleh 3 orang teman nya, Rizky Dian, Divent, dan Riyan Prabowo. Mereka adalah anggota dari ekskul KIR (Karya Ilmiah Remaja) yang ada disekolah nya yang dibimbing oleh salah satu guru dari sekolah tersebut yaitu Ibu Yuli Astuti Sari S.Si.
Niza beralasan bahwa kebiasaan buruk masyarakat di Indonesia khusus nya dilingkungan sekitar nya yang terbiasa membuang sampah sembarangan dan hal tersebut dapat menimbulkan polusi lingkungan serta menyebabkan pemanasan global, dimana akan mengakibatkan perubahan iklim secara global jika dilakukan secara terus menerus, ini lah yang menjadi alasan Niza beserta tim nya menciptakan atau berinovasi untuk membuat alat yang bernama T – Burning ( Technology Burning ). Alat ini berfungsi untuk meminimalisir polusi yang di timbulkan dari pembakaran sampah dan mengubah nya menjadi udara bersih dengan menggunakan metode filtrasi dan sistem pirolisis.

Ide pembuatan T-Burning ini sendiri hanya memakan waktu 2 bulan untuk pembuatan konsep, namun Niza mengaku bahwa terdapat kesulitan dalam pembuatan nya mulai dari perencanaan instalasi atau penggunaan filter yang baik serta pengecekan kinerja tempat pembakaran yang sulit, maka mesin ini baru bisa diselesaikan 1 tahun setelah proses penemuan ide tersebut. Niza beserta Tim nya membuat alat ini sedari mereka duduk di bangku kelas 2 SMK hingga naik ke kelas 3.
Kinerja alat ini sendiri bisa dibilang cukup efektif karna mereka sudah mengaplikasikan nya sehari – hari disekolah mereka, cara kerja alat ini cukup sederhana, yaitu :
1.      Masukan sampah keruang pembakaran.
2.      Bakar sampah tersebut melalui tempat pembakaran yang tersedia.
3.      Hidupkan saklar, saklar ini akan menghidupkan sirkulator dan motor listrik.
4.      Lalu asap yang dihisap oleh kipas yang ada didalam akan disaring oleh filter dan menghasilkan udara bersih.
5.      Setelah selesai matikan saklar yang terhubung kearus listrik.

Alat ini masih dalam beberapa tahap pengembangan menuju sempura namun tak patah semangat, Niza beserta tim nya terus berharap dan berusaha agar alat nya dapat dilihat oleh pemerintah setempat sebagai salah satu terobosan untuk masalah penanggulangan sampah kecil.
Niza berharap agar alat nya dapat disebarluaskan dan dibuat lebih efektif untuk lingkungan sekitar nya, bahkan dapat digunakan diseluruh provinlsi lampung tak hanya disekolah nya saja, Ia mengingkinkan masyarakat dapat hidup jauh lebih sehat lagi dan meninggalkan gaya hidup yang lama dengan membakar sampah yang membuat polusi udara terjadi dimana mana, dengan adanya alat ini ia berharap masyarakat akan terbantu sedikit dengan permasalahan sampah yang ada saat ini.

Hal ini membuktikan bahwa masih terdapat generasi penerus bangsa yang perduli akan lingkungan sekitar nya, bahkan ditengah hingar bingar masyarakat yang kebanyakan tidak perduli akan lingkungan nya sendiri dengan membakar sampah bukan menimbun nya, membuang sampah sembarangan dan lain sebagainya. Salah satu murid SMKN 3 Metro ini membuktikan bahwa kita bisa tetap menjaga lingkungan sekitar kita dengan berusaha dan sedikit kesadaran. Semoga kita semua dapat mencontoh apa yang telah ditunjukan oleh Niza dan rekan – rekan nya, bahwa perduli terhadap lingkungan itu memang perlu dan harus.


Tugas 3 



PENYELENGGARAAN KPID LAMPUNG 2017 BERLANGSUNG MERIAH

Bandar Lampung - Ajang Penghargaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID)  Award 2017 diusung dengan tema “Penyiaran Sehat Menuju Lampung yang Helaw” dilaksanakan hari Selasa, 28 November 2017 di Gedung Mahligai Pasca Sarjana Universitas Bandar Lampung.

Dipandu presenter Ibukota, Aldi Taher, acara penghargaan ini pun dihadiri oleh Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo, beserta petinggi-petinggi KPID, Ketua KPID Lampung, Ketua DPRD Provinsi Lampung, Kabid Humas Polda Lampung, Komisioner KPID Lampung, Kadis Kominfotik, Tokoh Masyarakat, Mahasiswa, Media dan Penyiar TV, Radio Lampung.

”Kami memberikan penghargaan 15 kategori yang akan diperebutkan oleh 35 radio dan 20 televisi,” ungkap M.Thamrin selaku Ketua KPID Lampung. Untuk kategori buletin berita dimenangkan oleh Radar TV, Kategori Talks Show dimenangkan oleh TVRI Lampung, Sedangkan penyiar radio terbaik dimenangkan Adi Ardiansyah dari Radio Saba Putra, Penyiar TV terbaik dimenangkan oleh Yudi Samantha dari Tegar TV dan 11 kategori lainnya. Diktakan M. Thamrin, bahwa media, Penyiar TV atau Radio mempunyai peran besar dalam pembangunan Provinsi Lampung dan mempunyai satu tekad menuju Lampung Helaw, "Terima kasih Pak Gubernur, Lampung dinobatkan sebagai pemerintah peduli penyiaran," ujarnya.
 
Sementara itu, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Provinsi Lampung harus memperhatikan kualitas penyiaran dan informasi yang sehat dan positif, “Dengan kualitas penyiaran dan informasi yang sehat dan positif penyiaran dapat menghadirkan nasionalisme dan rasa kebhinekaan pada masyarakat dan diri kita masing-masing. Selamat bagi pemenang Award KPID 2017, semoga pemenang dapat menjadi contoh, dan bagi yang belum menang tetap bersemangat dan bersaing dengan sehat dan positif ”ucapnya dengan bangga.








 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar