Tugas 1
Komunitas
K-Pop Lampung Juarai Event kelas Interasional
Bandar
Lampung ( 20/11 ) - K-Circle, ajang
lomba cover dance K-pop (Korean Pop) tahunan yang selalu diselenggarakan di
Mangga Duua Square, Jakarta Pusat, selalu menjadi pusat perhatian anak anak muda
pecinta Kpop diseluruh Indonesia, hal tersebut dikarenakan event ini tidak
hanya melibatkan peserta dari seluruh daerah di Indonesia tetapi juga
menyertakan peserta dari negara negara di Asia seperti, Malaysia, Singapura,
dan Thailand.
Pada
event ditahun ini pun acara lebih menarik dari sebelumnya karna ada nya Song
Bak, salah satu CEO sekaligus dancer internasional dari Korea Selatan sebagai
salah satu juri di event K-Circle 2017, dan tahun ini K-Circle membuka kategori
pendatang baru yang dimana grup grup besar daerah yang belum pernah ikut dalam
ajang tersebut akan diperlombakan. DMC Project salah satu nya, agensi dance
cover dari Lampung ini terpilih untuk mewakili daerah Lampung dalam ajang
tersebut. DMC Project mengirimkan 2 tim yaitu Tayrone dan Kalonice. Kedua tim
tersebut membawa hasil yang membanggakan dari event K-Circle 2017, dimana
mereka berhasil memenangkan Juara 1 & 2 dikategori Rookie ( Pendatang Baru
) dengan menyisihkan 18 tim lainnya dari kota – kota besar di Indonesia.
Bella
Putri Ayuma (22), CEO dari DMC Project mengaku sangat tidak menyangka akan
terpilih untuk mewakili Lampung di ajang sebesar itu, bahkan untuk menang pun
Bella mengaku tidak pernah memikirkan nya. “Sama sekali tidak menyangka kami
bisa diundang, awal nya memang tahu kalau event itu ada tapi tidak ada niatan
untuk ikut, bahkan bisa jadi juara di event sebesar itu masih sulit dipercaya
karna semua saingan nya berat, tapi ini jadi berkah untuk kami di akhir tahun
2017” Ungkap Bella saat ditemui di studio DMC Project yang berlokasi di
Kemiling, Bandar Lampung.
Masyarakat
umum yang mengetahui akan prestasi remaja remaja berbakat tersebut ikut
merasakan kebahagiaan nya. Aprilia Sisca (20) Penggemar K-Pop dan mejadi followers instagram DMC
Project mengaku sangat bangga dengan prestasi DMC mengharumkan nama Lampung di
event Internasional. “Bangga banget dengan hasil yang diraih DMC Project, siapa
sangka nama Lampung bisa didengar dalam event sebesar itu” jelas mahasiswi Universitas Lampung ini.
Event K-Cirlcle yang diadakan pada
15 November 2017 itu pun mengumumkan para pemenang kategori senior dengan juara
1 WTF (Indonesia) dan FXN (Malaysia) menempati posisi ke 2. Serta Tayrone dan
Kalonice dari Lampung yang masing masing meraih juara 1 dan 2 di kategori
Rookie, untuk kategori Favorite Performance diraih oleh H.I.M dari Singapura.
“Semoga
kedepannya DMC bisa memngharumkan nama Lampung lagi kalau bisa sih mewakili
Indonesia di ajang internasional di Korea Festival” ujar Bella dengan penuh
semangat. DMC Project kedepannya akan terus berkreasi serta mencari prestasi
prestasi baru diluar Lampung karna untuk mereka dance cover Korea sekarang
bukan lagi sekedar hobi
“Beberapa Member DMC Project ( Kostum Merah Hitam
Kiri Foto ) bersama para pemenang dan juri event K-Circle 2017”
Tugas 2
T-Burning (Technology Burning)
Alat Pembakaran Tanpa Asap
Oleh
: Bram Satria Dewantara (15711014)
Acara CITE ( Creativity Innovation Technology &
Entepreneurship ) yang diselenggarakan oleh pihak Universitas Bandar Lampung di
Pasca Sarjana tepatnya digedung Mahligai Agung telah mengundang banyak
perhatian dan menampilkan banyak hasil- hasil karya ilmiah atau teknologi
terbaik dari tingkat SMA/SMK hingga Universitas. Banyak sekali karya yang
diperlihatkan didalam event ini mulai dari karya seni, teknologi hingga pakaian
pun menjadi daya tarik tersendiri. Event yang diadakan mulai 23 – 26 Oktober
2017 ini tak hanya menampilkan dan melombakan berbagai karya karya tersebut,
namun terdapat berbagai seminar yang dapat diikuti oleh semua kalangan pelajar
/ mahasiswa sendiri. Salah satu yang menarik perharian adalah penemuan atau
alat yang diciptakan oleh salah satu SMK yang berada diluar daerah Bandar
Lampung sendiri, yaitu SMKN 3 Metro, mereka menciptakan sebuah alat yang dapat
meminimalisir polusi yang ditimbulkan dari pembakaran sampah dan merubah sap
menjadi udara yang baik.
T – Burning (Technology Burning) merupakan alat
pembakaran sampah tanpa asap yang tercipta atau terbentuk karna kesadaran si
pencipta / pemilik ide dari temuan tersebut. Ialah M. Nizar Ryansyah, Murid
SMKN 3 Metro yang sekarang duduk di kelas 3 ini dibantu oleh 3 orang teman nya,
Rizky Dian, Divent, dan Riyan Prabowo. Mereka adalah anggota dari ekskul KIR
(Karya Ilmiah Remaja) yang ada disekolah nya yang dibimbing oleh salah satu
guru dari sekolah tersebut yaitu Ibu Yuli Astuti Sari S.Si.
Niza
beralasan bahwa kebiasaan buruk masyarakat di Indonesia khusus nya dilingkungan
sekitar nya yang terbiasa membuang sampah sembarangan dan hal tersebut dapat
menimbulkan polusi lingkungan serta menyebabkan pemanasan global, dimana akan
mengakibatkan perubahan iklim secara global jika dilakukan secara terus
menerus, ini lah yang menjadi alasan Niza beserta tim nya menciptakan atau
berinovasi untuk membuat alat yang bernama T – Burning ( Technology Burning ).
Alat ini berfungsi untuk meminimalisir polusi yang di timbulkan dari pembakaran
sampah dan mengubah nya menjadi udara bersih dengan menggunakan metode filtrasi
dan sistem pirolisis.
Ide
pembuatan T-Burning ini sendiri hanya memakan waktu 2 bulan untuk pembuatan
konsep, namun Niza mengaku bahwa terdapat kesulitan dalam pembuatan nya mulai
dari perencanaan instalasi atau penggunaan filter yang baik serta pengecekan
kinerja tempat pembakaran yang sulit, maka mesin ini baru bisa diselesaikan 1
tahun setelah proses penemuan ide tersebut. Niza beserta Tim nya membuat alat
ini sedari mereka duduk di bangku kelas 2 SMK hingga naik ke kelas 3.
Kinerja
alat ini sendiri bisa dibilang cukup efektif karna mereka sudah mengaplikasikan
nya sehari – hari disekolah mereka, cara kerja alat ini cukup sederhana, yaitu
:
1.
Masukan
sampah keruang pembakaran.
2.
Bakar
sampah tersebut melalui tempat pembakaran yang tersedia.
3.
Hidupkan
saklar, saklar ini akan menghidupkan sirkulator dan motor listrik.
4.
Lalu
asap yang dihisap oleh kipas yang ada didalam akan disaring oleh filter dan
menghasilkan udara bersih.
5.
Setelah
selesai matikan saklar yang terhubung kearus listrik.
Alat ini masih dalam beberapa tahap pengembangan
menuju sempura namun tak patah semangat, Niza beserta tim nya terus berharap
dan berusaha agar alat nya dapat dilihat oleh pemerintah setempat sebagai salah
satu terobosan untuk masalah penanggulangan sampah kecil.
Niza
berharap agar alat nya dapat disebarluaskan dan dibuat lebih efektif untuk
lingkungan sekitar nya, bahkan dapat digunakan diseluruh provinlsi lampung tak
hanya disekolah nya saja, Ia mengingkinkan masyarakat dapat hidup jauh lebih
sehat lagi dan meninggalkan gaya hidup yang lama dengan membakar sampah yang
membuat polusi udara terjadi dimana mana, dengan adanya alat ini ia berharap
masyarakat akan terbantu sedikit dengan permasalahan sampah yang ada saat ini.
Tugas 3
PENYELENGGARAAN KPID LAMPUNG 2017 BERLANGSUNG MERIAH
Bandar Lampung -
Ajang Penghargaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Award 2017 diusung dengan tema “Penyiaran
Sehat Menuju Lampung yang Helaw” dilaksanakan hari Selasa, 28 November 2017 di
Gedung Mahligai Pasca Sarjana Universitas Bandar Lampung.
Dipandu presenter Ibukota, Aldi Taher, acara
penghargaan ini pun dihadiri oleh Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo, beserta
petinggi-petinggi KPID, Ketua KPID Lampung, Ketua DPRD Provinsi Lampung, Kabid
Humas Polda Lampung, Komisioner KPID Lampung, Kadis Kominfotik, Tokoh
Masyarakat, Mahasiswa, Media dan Penyiar TV, Radio Lampung.
”Kami memberikan penghargaan 15 kategori yang
akan diperebutkan oleh 35 radio dan 20 televisi,” ungkap M.Thamrin selaku Ketua
KPID Lampung. Untuk kategori buletin berita dimenangkan oleh Radar TV, Kategori
Talks Show dimenangkan oleh TVRI Lampung, Sedangkan penyiar radio terbaik
dimenangkan Adi Ardiansyah dari Radio Saba Putra, Penyiar TV terbaik
dimenangkan oleh Yudi Samantha dari Tegar TV dan 11 kategori lainnya. Diktakan M. Thamrin, bahwa media, Penyiar TV
atau Radio mempunyai peran besar dalam pembangunan Provinsi Lampung dan
mempunyai satu tekad menuju Lampung Helaw, "Terima kasih Pak Gubernur,
Lampung dinobatkan sebagai pemerintah peduli penyiaran," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Lampung M. Ridho
Ficardo dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Provinsi Lampung harus
memperhatikan kualitas penyiaran dan informasi yang sehat dan positif, “Dengan
kualitas penyiaran dan informasi yang sehat dan positif penyiaran dapat
menghadirkan nasionalisme dan rasa kebhinekaan pada masyarakat dan diri kita
masing-masing. Selamat bagi pemenang Award KPID 2017, semoga pemenang dapat menjadi
contoh, dan bagi yang belum menang tetap bersemangat dan bersaing dengan sehat
dan positif ”ucapnya dengan bangga.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar