Selasa, 02 Januari 2018

NANDA HANDINATA (14711019)

1.

MAHASISWA UBL TURUT IKUT MENYEMARAKAN DALAM LOMBA CITE UBL 2017

Foto Bersama para pemenang dengan Rektor UBL, Sekda Lampung Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA.a

BANDAR LAMPUNG : Creativity, Innovation, Technology Entrepreneurship (CITE) 2017 yang digelar Universitas Bandar Lampung (UBL) di Mahligai Agung Convention Hall, Kampus Dra. Hj. Sri Hayati Barusman Pascasarjana UBL pada Senin (23/10/2017) menghadirkan lebih dari 10 produk inovatif.

Dengan total 64 peserta yang memamerkan produk inovatifnya. Para peserta meliputi dari Perguruan Tinggi seperti UBL, IIB Darmajaya, Teknokrat, UIN Radin Intan, dan Universitas Lampung, dan lembaga penelitian setingkat SMA/SMK. Para peserta saling memamerkan hasil karyanya dengan menampilkan produk karya mereka di booth stand yang sudah disiapkan.

Dalam sambutan pada acara pembukaan CITE 2017 Gubernur Lampung, Ridho Ficardo S.Pi, M.Si.,  diwakili Sekertaris Daerah Lampung yakni Ir. Sutono, MM memberikan pesan Pemerintah Provinsi Lampung terkait acara ini. “Kami mengapresiasi dan mengucapkan atas digelarnya acara ini,” kata Sutono.

Membawa pesan dari Gubernur Lampung, Sutono menjelaskan Pemprov Lampung sangat mengapresiasi kegiatan yang memfasilitasi inovasi masyarakat ini. “Hal ini dapat mendukung program Pemerintah Provinsi Lampung dalam mengembangan daerah sebagai bentuk pembaharuan daerah,” kata dia.

Sutono mengatakan dengan adanya wadah ini dapat menumbuhkan daya saing untuk menuju kesejahteraan masyarakat. “Dengan mengembangkan dan mendorong inovasi masyarakat, Pemerintah Provinsi Lampung akan selalu mendukung dan mengapresiasi demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Program pengembangan daerah ini adalah program motivasi untuk mendorong pelajar serta masyarakat untuk berinovasi untuk pembangunan Lampung,” kata Sutono.

Ia menambahkan pengembangan ini dapat mempengaruhi pengembangan lainnya seperti sosial, dan ekonomi hingga budaya. Tak hanya itu, Sekertaris Daerah ini pada pesan yang dibawanya mengatakan bahwa lewat acara ini dapat merupakan cerminan dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung dan terus mengapresiasi karya masyarakatnya.

“Lewat ilmu pengetahuan serta karya yang berbasis teknologi dapat dijadikan inovasi masyarakat dan akan terus didukung pemerintah dalam pelaksanaannya sebagai gerakan untuk menjadi masyarakat yang maju dan inovatif,” kata dia.

Dengan ada nya lomba ini, Salah satu mahasiswa UBL yang berbiodata M. Amn Rais dari prodi Teknik Mesin membuat rancangan “Mesin Bubut Camshaft” yang bertujuan untuk memudahkan proses modifikasi camshaft dan hasil modifikasi lebih cepat dan akurat.


Mahasiswa ubl yang turut dalam lomba CITE

Selain itu, dalam rangka Anugerah Inovasi 2017, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Badan Peneltian dan Pengembangan Daerah (Balitbanda) yang  diwakili Sekertaris Daerah pada acara ini memberikan apresiasi berupa intensif pengembangan, piala serta sertifikat kepada para inovator terbaik di tingkat pelajar, mahasiswa, dan dosen di Lampung. Penghargaan ini diserahkan oleh Rektor UBL, Sekretaris Daerah, dan perwakilan Kementrian Komunkasi dan Informatika, penghargaan itu diberikan kepada mereka yang memenangkan lomba inovasi ini.


2.

Marak  nya ajang Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID)

Ajang Penghargaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Lampung Award 2017 dibuka dengan "Tema Penyiaran Sehat Menuju Lampung Yang Helaw" yang dilaksanakan di Gedung Mahligai Pasca Sarjana Universitas Bandar LAmpung,Selasa,28 November 2017.
Kegiatan dihadiri Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo, Ketua KPID LAmpung, Ketua DPRD Prov Lampung, Kabid Humas Polda Lampung, Komisioner KPID LAmpung, Kadis Kominfotik, Tokoh Masyarakat, Mahasiswa, Media Dan Penyiar TV, Radio Lampung.

Dalam Sambutannya Ketua KPID Lampung Bpk M.Thamrin S.Hut Mengatakan Kegiatan Ini Merupakan Apresiasi kami kepada penyiar baik media, siaran Tv/ Radio, kami ingin memberikan penghargaan sebanyak 15 kategori yang akan diperebutkan 35 radio dan 20 televisi.

Kategori Buletin Berita Dimenangkan Oleh Radar Tv, Kategori Talks Show dimenangkan Oleh TVRI Lampung, Penyiar Radio Terbaik Dimenangkan Adi Ardiansyah Dari Radio Saba Putra, Penyiar TV Terbaik dimenangkan Oleh Yudiin Samantha Dari Tegar TV dan 11 Kategori Lainnya.

Harapannya bahwa Media, Penyiar TV/Radio mempunyai peran besar dalam Pembangunan Provinsi Lampung dan mempunyai satu tekad menuju lampung helaw, saya sangat berterimakasih kepada Gubernur Lampung karena Pak Gubernur Lampung adalah gubernur yang peduli akan penyiaran (Gubernur Lampung Mendapatkan Pengharagaan Sebagai satu satunya Gubernur Yang Peduli Penyiaran Daerah).

Sambutan Gubernur Lampung KPID AWARD 2017

Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo Dalam Sambutannya mengatakan,"Untuk Memajukan Penyiaran dan informasi yang ada diprovinsi lampung kita harus memperhatikan kualitas, penyiaran dan informasi harus sehatdan positif, sehingga penyiaran dapat menghadirkan negara dan rasa kebhinekaan pada masyarakat dan tentunya diri kita masing-masing, Selamat Bagi Pemenang Award KPID 2017 Semoga Pemenang Dapat Menjadi Contoh Untuk Kedepannya Dan Bagi Yang Belum Menang Tetap Bersemangat Dan Bersaing Dengan Sehat Dan Positif.

Radio SAI 100 FM meraih KPID Lampung Award untuk kategori Musik dan Informasi. Penyerahan penghargaan KPID Lampung Award 2017 dilakukan di Gedung Pasca Sarjana UBL, Bandar Lampung, Selasa (28/11/2017).
 .
Radio SAI 100 FM meraih KPID Lampung Award 2017 untuk kategori Musik dan Informasi. Penghargaan diterima Pemimpin Redaksi Lampung Post, Iskandar Zulkarnain

Selain meraih award dikategori Musik dan Informasi, Radio SAI 100 FM juga masuk nominasi untuk kategori Talkhshow dan Presenter Terbaik Narisa Lyandra. Pemimpin Redaksi Lampung Post, Iskandar Zulkarnain mewakili Direktur Utama Radio SAI 100 FM Prianto A Suryono untuk menerima penghargaan yang diserahkan oleh Komisioner KPID Lampung Febriyanto Ponahan.



Azmi Dzulhian Mamboro 14711017





AFTERSKOOL 
Go Wes , Go Green !



Di Bandar Lampung, fixie mulai marak pada awal 2010. Beberapa komunitas fixie lalu bermunculan. Sebut saja komunitas After Skool , Komunitas ini sengaja dibentuk sebagai wahana saling berkumpul sesama pecinta sepeda. Saling berbagi informasi hingga menyusun visi melestarikan lingkungan.


Komunitas After skoolmisalnya, punya kegiatan rutin seperti night riding atau goes bareng malam hari setiap Rabu dan Jumat malam. After skool yg terbentuk pada 10 Oktober 2010 kini punya lima puluhan anggota. Mereka ada yang pelajar, mahasiswa dan pekerja. Mereka biasa ngumpul di basecampnyanya di Jalan Tanjung No 5 Rawa Laut.


“Jika ini hanya musiman, ini musim yang baik. Jika ini bisa menjadi budaya, ini budaya yang baik, Sedikitnya menit dalam musim atau budaya yang kalian lakukan, membuat udara dan lingkungan lebih baik”.


Visi itu selalu kami sampaikan kepada teman-teman pecinta fixie, dan menjadi slogan umum bagi pecinta sepeda,” - AfterSkool 






"Mengadakan acara AfterSkool Byclomatic"


AfterSkool baru pertama mengadakan acara yang di iringi dengan bazaar streetwear 2nd branded , yaitu pakaian preloved yang dijual dengan harga yang miring tergantung kondisi . dan dana tersebut akan didonasikan kepada anak anak yatim piatu , acara tersebut juga mengundang beberapa komunitas luar daerah , seperti dari banten dan palembang .  

1. KONSEP YANG BERBEDA
  • Memanggil seluruh komunitas sepeda di Bandar Lampung
  • Bekerja sama dengan perusahaan atau komunitas sosial diluar atau dalam daerah 
  • Membantu Menjaga Kelestarian Lingkungan
  • Live Perform DJ dan Bazaar 2nd Branded
  • Sharing dalam Hal Pelestarian Lingkungan menggunakan sepeda .
2. TUJUAN
  • Ingin menjaga tali persaudaraan antar komunitas sosial .
  • Mengumpulkan dana untuk di donasikan kepada Anak-anak Yatim dan Piatu.
  • Meninjau para pecinta sepeda di lampung dengan cara berpartisipasi di dalam acara tersebut 
  • Bersepeda keliling kota dengan memungut sampah di setiap masing" tempat istirahat dan dijalan 
  • Menunjukan kepedulian sosial kepada masyarakat yang tidak mampu .   
3. KEUNGGULAN
  • Saling mengenal antar komunitas di Bandar Lampung
  • Memperlihatkan bagaimana cara melestarikan lingkungan yang baik .
  • Menjaga nama komunitas sosial yang bercenderung untuk berpartisipasi dalam acara tersebut . 
  • Agar culture yang di adakan akan selalu menjadi referensi sesama komunitas 








KOMISI PENYIARAN INDONESIA DAERAH ( LAMPUNG ) 2017

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Lampung, gelar kegiatan penghargaan KPID Award 2017 dengan tema ‘Penyiaran Sehat Menuju Lampung Helau’. Acara terebut berlangsung di Gedung Mahligai Agung, Pasca Sarjana Universitas Bandarlampung, Selasa (28/11).

Dalam sambutannya, Ketua KPID Lampung, Tamri Suhaimi mengatakan, kegiatan KPID Award merupakan apresiasi bagi lembaga penyiaran yang mengedukasi. Sebanyak 15 kategori diperebutkan oleh 35 radio dan 20 televisi.

Ia berharap dengan adanya ajang penghargaan ini, insan penyiaran Lampung dapat memberikan nuansa baru bagi dunia penyiaran Indonesia.

Sementara itu, Gubernur Lampung, M Ridho Ficardo mengatakan, tugas KPID tidaklah mudah, mereka harus mampu menjaga, memperhatikan dan memonitor semua informasi yang diberikan media kepada masyarakat.

“Saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi sebesar-besarnya terhadap KPID Lampung, karena telah bekerja keras dalam melakukan monitoring arus informasi, dan juga terhadap keaktifan dalam memberikan award sebagai bentuk penghargaan kepada lembaga-lembaga penyiaran atas karya-karya yang telah dihasilkan, ini bukanlah pekerjaan mudah,” ucapnya.

Diera reformasi ini, lanjut Ridho, kehadiran informasi yang benar-benar kontekstual dan positif sangat dibutuhkan dalam menjaga bingkai NKRI dan memperkuat kehadiran negara disetiap individu warga negara Indonesia, dengan memberikan informasi yang benar, tepat, kontekstual sesuai visi misi negara kita.





Minggu, 31 Desember 2017

Asep Riyanto 14712002P

1.      1. TUGAS TOR
Latar Belakang

RADAR LAMPUNG TV  merupakan  salah  satu  TV  lokal  yang  ada  di  provinsi  lampung, Radar Lampung TV Diluncurkan 18 Oktober 2008 dengan selogan Lampung total.
Radar Lampung TV berada di Channel 48 UHF yang memiliki jangkauan siaran paling luas karena tower pemancarnya berada di posisi paling tinggi diantara TV lokal lainnya sehingga mampu menembus seluruh pelosok provinsi Lampung seperti :
Kota Bandar Lampung
Kab. Lampung Selatan (Kalianda)
Kab. Lampung Tengah (Metro)
Kab. Lampung Utara (Kota Bumi)
Kab. Way Kanan (Blambangan Umpu) dsb.
Stasiun televisi ini memfokuskan diri terhadap minat dan keinginan pemirsa di Provinsi Lampung, Radar Lampung TV lebih menekankan kepada proximity (kedekatan) dengan masyarakat Lampung.
Radar Lampung TV berlokasi di Gedung Graha Pena Lampung, Jl. Sultan Agung No. 18-Kedaton Bandar Lampung.

o   Rapat Redaksi
Biasanya pada stasium televise diadakan Rapat redaksi merupakan kegiatan rutin yang penting bagi pengmbangan dan peningkatan kualitas berita yang dihasilkan, sebelum liputan harus di adakan rapat redaksi.
o   Tujuan Rapat Redaksi
Ø  Untuk mengkordinasikan kebijakan redaksi dan liputan.
Ø  Untuk menjaga kelancaran komunikasi antar staf seperti reporter, juru kamera, staf riset, redakur, dan sebagainya.
Ø  Untuk mencegah masalah yang muncul dan hambatan dalam liputan seperti keterbatasan sarana/ poperti untuk liputan, keamanan dalam liputan
Ø  Menggali informasi dll.

Reporter pada dasarnya mengumpulkan informasi, menginvestigasi peristiwa-peristiwa spontan dan sebagai nya.
Peristiwa spontan seperti kebakaran dsb, seorang reporter harus terjun kelapangan untuk meliput, kejadian tersebut dan mencari narasumber untuk di wawancarai.
Setelah data-data tersebut didapatkan lalu sang reporter memberikan data serta hasil gambar yang didapat dikirim kepada editor, setelah itu sang reporter membuat naskah berita, setelah reporter membuat naskah berita dikirim ke ruangan dubing, setelah selesai di dubing  diserahkan kembali kepada sang editor untuk di jadikan satu rangkaian.
Setelah itu di koreksi oleh pimpinan redaksi jika menurut pimpinan resaksi berita itu sudah memenuhi persayaran maka berita tersebut layak untuk di publikasikan. Lalu di bacakan oleh Host/Presenter berita untuk di publikasikan kepada audiens.


Narasumber :   Bang Rendi Mahardika (Reporter)
                        Ari Safrzal (Editor)
                        Bang Nawi (Teknis/Master control)

Pimpinan redaksi : Ari Mistanto













2.      2. Tugas Running CITE

jj







Kegiatan Creativiti Innovation Technology Entrepreneuship (CITE) UBL 2017.
Memperingari Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-22 tahun ini, Universitas Bandar Lampung (UBL) siap menggelar Creativity, Innovation, Technology Entrepreneurship (CITE) 2017 pada Senin (23/10/2017) hingga Kamis (26/10/2017) mendatang, di Mahligai Agung Convention Hall, Kampus Dra. Hj. Sri Hayati Barusman Pascasarjana, kampus setempat.
CITE 2017 merupakan ajang yang mewadahi komunitas peneliti, komunitas pemerhati, dan komunitas investor dalam menumbuh kembangkan keilmuaan dan teknologi berbasis kreativitas, inovasi, teknologi, dan wirausaha, Selain itu, CITE 2017 menampilkan expo karya hasil penelitian mahasiswa seluruh Perguruan Tinggi, Lembaga Penelitian, Perusahaan Berbasis IT, SMA/SMK, UKM Mandiri atau Binaan, dan Lembaga Keuangan yang ada di Lampung dan luar Lampung. Para partisipan dapat menampilkan produk karya mereka di booth stand yang sudah disiapkan.
Sejumlah Pelajar SMK Negri 2 Metro berinovasi menciptakan mesin 3 in 1 memiliki tiga fungsi sekaligus dari pemikiran guru-guru SMK Negri Metro yang melihat banyak sekali sampah-sampah organic yang jarang dimanfaatkan oleh masyarakat setempat disitulah para siswa mencoba membuat mesin tiga fungsi sekaligus dengan bantuan guru-guru untuk mendaur ulang sampah-sampah organic yang jarang di gunakan kembali oleh masyarakat setempat, Alat ini memiliki 3 macam sarangan yang mempunyai ukuran lubang dan fungsi yang berbeda.
Secara umum Produk ini diciptakan untuk pembuatan pakan seperti rumput untuk pakan sapi, kambing, kerbau dan kuda, menggiling atau mencacah biji-bijian seperti biji jagung yang dapat digunakan sebagai pakan ternak jenis unggas.
Selain untuk membuat pakan ternak alat produksi ini juga digunakan untuk mengelola sisa hasil pertanian atau sampah organic yang terdapat di lingkungan sekolah-sekolah dan dikebun-kebun seperti jerami, batang jagung, singkong dan kotoran kambing yang akan digunakan sebagai pupuk kompos sehingga secara penggunaan pupuk kimia didalam lingkungan sekolah dapat dikurangi serta sebagai alat yang di gunakan untuk mendukung program pemerintah yaitu program GO GREEN agar sisa-sisa tanaman atau sampah organic seperti daun-daun bisa diolah kembali menjadi pupuk organic yang ramah lingkungan.











(Gambar 1. Mesin 3 in 1, dalam kegiatan CITE 2017 UBL)





3.      3. Tugas Running KPID Award







KPID Lampung Award 2017 kembali digelar di Gedung Mahligai Pascasarjana Universitas Bandar Lampung, Selasa (28/11/2017).

Dipandu presenter Ibukota, Aldi Taher, KPID Lampung Award dihadiri Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, Perwakilan KPI pusat Dewi Setiarini, Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal, Kabid Humas Polda Kombes Sulistyaningsih, forkopimda, perwakilan KPID nasional, pimpinan lembaga penyiaran, dan pimpinan perguruan tinggi. 
Dalam sambutannya, Ketua KPID Lampung Tamri Suhaimi mengatakan kegiatan tersebut merupakan apresiasi bagi lembaga penyiaran yang mengedukasi. Sebanyak 15 kategori diperebutkan 35 radio dan 20 televisi.
"Penyiaran berperan penting dalam pembangunan daerah, " kata dia.  
Pada KPID Award ke-7 tersebut, seluruh lembaga penyiaran diharapkan menyajikan tayangan bermutu. KPID Lampung berterima kasih kepada Gubernur Lampung yang peduli pada penyiaran daerah.  
"Terima kasih Pak Gubernur, Lampung dinobatkan sebagai pemerintah peduli penyiaran," ujar Tamri. 
Sementara itu, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mengapresiasi penyelenggaraan KPID Lampung Award  2017. Menurut dia, pemerintah berkepentingan menjaga penyebaran informasi yang benar dan kontekstual. Kehadiran informasi yang benar amat penting,  termasuk dalam menjaga keutuhan bangsa.
Kebersamaan masyarakat dan pemerintah bisa dilakukan oleh lembaga penyiaran. "Informasi yang disampaikan lembaga penyiaran semakin positif," kata Ridho. Media turut bertugas menjaga keutuhan bangsa.  
KPID harus menjalankan tugas secara optimal. Menurut Ridho, KPID berperan penting mendorong lembaga penyiaran memproduksi siaran yang mengedukasi.












Radar lampung TV Saber dua peghargaan

 





Prestasi membanggakan ditunjukkan Radar Lampung TV (grup Radar Lampung).
Dalam ajang penghargaan tertinggi insan penyiaran, yaitu Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Award 2017 di Gedung Mahligai Agung, Universitas Bandar Lampung, kemarin (28/11), televisi terbesar di Provinsi Lampung ini kembali menyabet dua dari 15 penghargaan yang diberikan.
Kategori award yang diterima adalah buletin berita dengan programnya Radar Siangdan kategori iklan layanan masyarakat. Sebelumnya pada KPID Award 2016, televisi kebanggaan masyarakat Lampung ini juga mendapat dua penghargaan. Masing-masing pada kategori talkshow tayangan dialog eksklusif Kapolda Menyapa dan kategori presenter terfavorit.
Penghargaan yang diberikan Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo itu diterima langsung Direktur Radar Lampung TV Hi. Adi Kurniawan.
Sebelum pengumuman peraih award, Ketua KPID Lampung Tamri dalam sambutannya mengatakan, pemberian penghargaan sebagai pemberi aroma positif pertelevisian di Lampung.
’’Dengan tema Penyiaran Sehat Menuju Lampung Helau dimaksudkan pertelevisian di Lampung bisa memberikan informasi yang bergizi pada masyarakat dan memberikan aroma positif,” ujarnya.
Dia menjelaskan, ada 20 televisi baik lokal maupun jaringan nasional bersama beberapa radio di Lampung yang memperebutkan 15 kategori award. ’’Dari kegiatan ini juga diharapkan media dapat membantu menunjang pembangunan di Lampung,” tuturnya.
Sementara, Gubernur M. Ridho Ficardo mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut dia, kegiatan ini bisa menjadi ajang kompetisi yang sehat antarmedia. ’’Selain memang yang utamanya menjaga silaturahmi antara media dengan pemerintah dan stakeholderterkait dalam rangka memberikan informasi yang benar dan sesuai dengan misi negara,” ujarnya.
Ridho juga berterima kasih kepada seluruh media karena telah membantu menjaga, membangun, dan memonitor informasi untuk masyarakat. Dengan begitu, informasi negara bisa kuat dan masyarakat lebih semangat untuk membangun.
Kemudian untuk pemerataan jaringan, Ridho berharap bisa dijangkau seluruh masyarakat Lampung di berbagai daerah. Dengan begitu, lanjut dia, masyarakat bisa melek informasi.
’’Harapan saya untuk seluruh lembaga penyiaran bisa semakin berkarya dan memberikan yang terbaik dalam rangka membentuk karakter anak bangsa,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Radar Lampung TV Hi. Adi Kurniawan mengucapakan terima kasih kepada pemirsa setia Radar Lampung TV. ’’Terima kasih juga kami ucapkan kepada Kapolresta Bandarlampung Kombes Murbani Budi Pitono yang telah membantu dalam terwujudnya iklan layanan masyarakat,” katanya.
Kak Adi –sapaan akrab Hi. Adi Kurniawan– menambahkan, pihaknya bertekad untuk selalu berusaha menyajikan berita dan program lokal terbaik sebagai televisi yang memiliki tagline Lampung Total. ’’Penghargaan ini kami persembahkan juga untuk pemirsa Radar Lampung TV,” ucapnya.
Diketahui, dalam KPID Award 2017, penghargaan juga diterima beberapa lembaga penyiaran lain. Di antaranya TVRI Lampung untuk kategori talkshow TV lokal dengan program Dialog Interaktif. Kemudian kategori feature dan presenter terbaik diraih Tegar TV. (rma/c1/whk)

Sabtu, 30 Desember 2017

Fathiyah Hayati 15711020

Tugas 1
PENEMUAN MESIN PENGGILING ATAU PENGHANCUR BATANG SINGKONG OLEH SMK NEGERI 1 SEPUTIH AGUNG

Gelaran pameran Creativity Innovation Technology Enterpreneurship atau CITE Expo 2017 yang di laksanakan oleh Universitas Bandar Lampung berlangsung sangat meriah. Ini adalah pameran Technology dimana banyak sekali Stand atau Booth yang dapat kita kunjungi untuk melihat atau mengetahui penemuan-penemuan teknologi baru yang unik dan sangat menarik perhatian.

CITE Expo 2017 yang dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 23 Oktober 2017 sampai 26 Oktober 2017 ini turut mengundang banyak sekolah-sekolah atau perguruan tinggi di Lampung yang memamerkan banyak sekali penemuan-penemuan yang menarik dan sangat bermanfaat. Setiap sekolah atau Perguruan Tinggi yang menjadi bagian dari CITE Expo 2017, di perbolehkan mempresentasikan hasil penemuannya di depan panggung yang disaksikan oleh seluruh peserta atau tamu undangan dan mahasiswa atau mahasiswi serta para Dosen Universitas Bandar Lampung.

Ada banyak sekali penemuan yang saya temui selama gelaran CITE Expo 2017. Mulai dari penemuan teknologi melalui sistem Handphone Android bahkan sampai adanya penemuan alat yang diciptakan dengan berbasis mesin. Dan di hari kedua gelaran pameran teknologi ini, saya menemui salah satu dari banyak Stand dan Booth yang sangat menarik perhatian. Alat ini bernama MESIN PENGGILING BATANG SINGKONG.

Jika didengar dari namanya, bisa dikatakan alat ini sangat jarang atau hampir tidak pernah terfikirkan oleh kita sebagai mahasiswa atau mahasiswi. Tetapi ternyata yang lebih menarik lagi adalah alat yang menurut saya sangat berguna ini adalah salah satu penemuan yang diciptakan oleh Siswa dan siswi SMK NEGERI 1 Seputih Agung.

Mereka menciptkan mesin penggiling batang singkong dengan tujuan untuk membantu petani singkong agar batang singkong yang tadinya tidak terpakai dan hanya menjadi tumpukan batang terbengkalai, kini dapat dimanfaatkan sebagai pangan ternak. Tidak hanya batang singkong yang dapat dihancurkan oleh mesin penemuan yang mereka ciptakan, melainkan mesin penggiling ini juga dapat menghancurkan batang jagung bahkan batang pohon papaya sekalipun.

Mesin yang memiliki daya listrik rendah ini ditemukan oleh siswa dan siswi SMK NEGERI 1 Seputih Agung pada tahun lalu dan belum untuk diperjual belikan. “untuk sementara ini, mesin penggiling batang singkong ini belum resmi untuk kami perjual belikan, namun tidak menuntut kemungkinan kalau nantinya kami akan memproduksi alat ini dalam jumlah banyak dan dapat kami perjual belikan” jelas Zainal, salah satu siswa SMK NEGERI 1 Seputih Agung dan pencipta mesin penggiling batang singkong.

Kemudian salah satu rekan Zainal yaitu Imam yang juga adalah penemu atau pencipta mesin penggiling batang singkong ini juga mengatakan bahwa untuk meciptakan alat atau mesin yang sangat berguna bagi masyarakat terutama di bagian pedesaan ini tidak memakan waktu lama. Cukup dengan waktu paling lama satu minggu mereka dapat menciptakan satu mesin penggiling batang singkong ini. Bayangkan apabila satu minggu dapat menciptakan satu alat berarti dalam satu bulan, mereka dapat menghasilkan atau menciptakan sekitar empat alat penggiling batang singkong dan jika dikalikan lagi makan dalam satu tahun mereka dapat menghasilkan sampai 48 mesin penggiling batang singkong. Sangat menarik bukan?

Menurut saya, penemuan alat atau mesin penggiling batang singkong ini harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Karena alat ini tidak diragukan lagi manfaat dan kegunaannya bagi masyarakat terutama dibagian pedesaan yang mata pencaharian sehari-harinya adalah sebagai petanai yang bercocok tanam.

Masih membahas tentang penemuan mesin penggiling batang singkong yang diciptakan oleh siswa siswi SMK NEGERI 1 Seputih Agung. Yang perlu kita ketahui adalah ternyata mereka meciptakan dua jenis mesin penggiling batang singkong yang berbeda ukuran namun tetap sama kegunaan dan manfaatnya. Mesin yang pertama kali diitemukan adalah berukuran besar dengan tinggi 120cm. Dengan kapasitas mampu menghancurkan sebanyak 300kg rempah batang sigkong atau sekitar 600 batang singkong. Bukan suatu hal yang biasa, mesin kecil yang hanya berukuran kurang dari satu setengah meter ini dapat bekerja sangat keras dalam megnhancurkan batang singkong yang tujuanya adalah sebagai pangan ternak.

Namun karena kapasitas bahan dasar dan untuk mempermudah penyimpanan, siswa siswi SMK NEGERI 1 Seputih Agung meciptakan mesin penggiling batang singkong dengan ukuran yang lebih kecil yaitu setinggi 50cm tetapi tetap dengan manfaat dan kegunaan yang sama. Hanya saja mesin yang berukuran lebih kecil mempunyai kapasitas 3 kali lebih rendah daripada mesin yang berukuran besar. Mesin yang berukuran kecil hanya mampu menghancurkan atau menghasilkan batang singkong sebanyak 100kg atau sekitar 200 batang singkong selama satu jam. Tetap saja bukan suatu hal yang mudah diduga. Mesin atau alat yang beukuran hanya setengah meter dapat bekerja dengan sangat baik dan tidak memakan daya listrik yang tinggi.

Demikian yang dapat saya laporkan dari hasil perbincangan saya dengan 2 siswa yang menjadi penemu atau pencipta Mesin Penggiling Batang Sinngkong yaitu Zainal Arifin dan Imam Ibnu Kurniawan. Saya berharap dengan adanya pameran CITE Expo 2017 ini, pemerintah dapat melihat bahwa Generasi Muda Indonesia juga memiliki kemampuan yang mampu bersaing tinggi dalam membangun Indonesia menjadi lebih maju.


Tugas 2
SAI RADIO 100 FM MENANGKAN KPID LAMPUNG AWARD 2017

Radio SAI 100 FM meraih KPID Lampung Award 2017 untuk kategori Musik dan Informasi. Penyerahan Penghargaan KPID Lampung Award 2017 dilakukan di Gedung Pasca Sarjana Universitas Bandar Lampung, Selasa (28/11).

Acara ini dihadiri oleh Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, Komisioner KPI Pusar Dewi Setiarini, Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Sulistiyaningsih, Perwakilan KPID dari beberapa Provinsi, Forkopimda, pimpinan Lembaga penyiar, dan perguruan tinggi.

Pada tahun ini SAIRADIO 100 FM diberi keprcayaan untuk menjabat sebagai pemenang di KPID Lampung Award 2017 dalam kategori Musik dan Informasi dalam program SAI Plus (Plus Info, Plus Up-Date, Plus Lampung). Program ini berisi tentang informasi seputar Lampung yaitu Event Lampung, tren in Lampung, hanya di Lampung dan haga cawa (cawa pai sai helau) dengan penyiar Windi Shahab.

Penghargaan diterima oleh Iskandar Zulkarnain selaku Pimpinan Redaksi Harian Umum Lampung Post dan Rinda Mulyani selaku Ass Kadiv SAI RADIO 100 FM. Selain meraih penghargaan dikategoriMusik dan Informasi, SAI RADIO 100 FM juga masuk kategori untuk Talkshow dan Presenter Terbaik Nerisa Lyandra.



Tugas 3 TOR
RABEG MAKANAN KHAS BANTEN

Latar Belakang
seiring kemajuan teknologi ada banyak dampak positif yang bisa dirasakan oleh masyarakat. Dampak terbesarnya adalah menjadi sumber penyebar informasi terluas. Tetapi ada banyak juga dampak negatif yang dirasakan dari penyebaran informasi yang cepat dan luas, Salah satunya di bidang kuliner. Ketertarikan saya pada bidak kuliner membuat saya ingin meneliti lebih jauh tentang Restoran yang masih menjual makanan khas suatu daerah di era yang sudah modern dan banyak jenis makanan khas dari luar negeri yang masuk ke Indonesia dan menjadi pesaing yang berat. 
Dalam hal ini saya tertarik untuk meneliti makanan khas daerah Banten yaitu Rabeg yang hanya dijual di satu tempat didaerah kota Bandar Lampung dan tidak adadi restoran lain. Restology Steak and Rabeg adalah lokasi penelitian yang akan saya ambil untuk mencari tau seperti apa dan sejauh apa perkembangan Rabeg di Bandar Lampung.

Lokasi Penelitian:
Restology Steak and Rabeg

Nama Narasumber: 
Mba Astri selaku Pemilik Restology Steak and Rabeg

Sejarah Rabeg
Rabeg merupakan masakan tradisional khas serang banten, Rabeg berbahan dasar daging kambing yang memiliki rasa yang sangat gurih dan lezat serta lumayan pedas, tentu sangat nikmat dan apalagi jika disantap ketika masih hangat, sangat cocok bagi para pecinta kuliner apalagi yang sangat menyukai masakan pedas.
Asal muasal masakan tradisional serang banten ini konon ceritanya ketika sultan banten saat itu yaitu Sultan Maulana Hasanuddin ketika pergi naik haji, beliau  terkesima dengan keindahan kota pelabuhan pertama yang disinggahinya di tepi laut merah. Kota indah itu bernama kota Rabiq. Tidak hanya terkesima oleh indahnya kota Rabiq tapi beliau juga terkesan dengan sajian kuliner yang beliau cicipi disana. Saat itu beliau menyantap menu hidangan daging kambing.
Singkat cerita, sepulangnya beliau dari tanah suci, ternyata beliau masih terkesan dengan masakan tradisional kota Rabiq itu dan beliau memerintahkan juru masak istana untuk membuat resep masakan dari daging kambing seperti yang beliau cicipi di kota Rabiq. Dan ternyata beliau menyukai hidangan daging kambing yang dibuat oleh juru masak istana dan masakan daging kambing itu pun diberi nama Rabeg.
Sejak saat itu, Hidangan khas Timur Tengah itupun menjadi hidangan wajib dihadirkan dihadapan penghuni istana secara turun-temurun. Hingga sampai saat ini, masakan tradisional Rabeg masih menjadi hidangan yang sangat populer di wilayah Banten. Dan karena kenikmatannya, banyak pengusaha kuliner didaerah banten pun yang melirik masakan tradisional ini dan menjadikannya sebagai menu andalan mereka.
Berikut ini adalah Resep cara membuat Rabeg Khas Banten :
Bahan-bahan/bumbu-bumbu:
·         200 gram usus kambing, dibersihkan, dikepang, diikat bagian ujungnya
·         200 gram daging iga kambing, dipotong-potong
·         100 gram hati kambing, dipotong kotak
·         5 cm jahe, dimemarkan
·         3 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan
·         5 lembar daun jeruk, dibuang tulangnya
·         1.500 ml air
·         8 butir bawang merah, diiris tipis
·         2 cm jahe, diiris tipis
·         2 buah cabai merah keriting, dihaluskan
·         1 buah tomat merah, dipotong-potong
·         2 sendok teh garam
·         1 sendok teh merica bubuk
·         2 sendok teh gula merah, disisir halus
·         6 butir cengkeh
·         2 cm kayumanis
·         1/2 sendok teh pala bubuk
·         1.000 ml air
·         25 ml kecap manis
·         2 sendok makan minyak untuk menumis
·         2 sendok makan bawang merah goreng untuk taburan
Cara pembuatannya sebagai berikut :
·         Rebus usus kambing, daging kambing, hati kambing, jahe, serai, daun jeruk, dan air sampai matang lalu Angkat dan tiriskan.
·         Haluskan: bawang merah, bawang putih, merica, ketumabar, cabe rawit.
·         Panaskan minyak kemudian Tumis bawang merah, jahe, dan cabai merah sampai harum lalu tambahkan daging kambing, usus kambing, dan hati kambing lalu diaduk rata.
·         Masukkan tomat, garam, merica bubuk, gula merah, cengkeh, kayumanis, dan pala bubuk kemudian diaduk rata lagi.
·         Tuang air dan masak di atas api kecil sampai meresap lalu tambahkan kecap manis dan aduk rata lagi.
·         Sajikan dengan irisan bawang goreng dan emping