Maraknya jasa makeup artist (MUA) secara
online
membuat wajah
wanita menjadi cantik adalah salah satu tugas wajib dari seseorang Make Up
Artist atau yang disingkat dengan MUA. Pesatnya perkembangan media sosial
membawa berkah bagi para pelaku bisnis. Salah satunya adalah penyedia jasa
makeup artist (MUA). Mereka juga turut kecipratan berkah dari maraknya pengguna
media sosial ini. Melalui media spsial, terutama Instagram mereka aktif
meng-upload foto-foto hasil karyanya.
Salah satunya adalah Andhita Mega Puspita atau lebih
dikenal Andhita Irianto, seorang MUA yang berasal dari Bandar Lampung. Wanita
berusia 24 tahun ini telH MEMULAI BISNIS MUA-nya sejak awal tahun 2014. Andhita
lahir di Jakarta, 17 Oktober 1992. Ia merupakan alumni Fakultas Hukum
Universitas Lampung. Ketertarikannya menjadi MUA bermula sejak Andhita sedang
mempersiapka preweddingnya. Ia mencoba untuk make up sendiri kemudian ia
berpikir suatu saat ingin mendandani orang lain. Selama 3 bulan ia mengikuti
training make uo di studio foto dan ikut membantu mendandani mahasiswa yang
photoshoot untuk yudisium. Saat itu bayarannya pun masih cuma-cuma.
Diawali usahanya banyak
orang yang memandang pekerjaannya dengan sebelah mata. Hanya bermodal satu tas
merah yang selalu dibawa kemana-mana, isi make up ala kadarnya dan make up dari
brand-brand likal yang bisa dibilang murah. Tak jarang yang mencibir “duh
sayang banget lulusan fakultas hukum kok jadi tukang make up”. Bahkan sampai
sekarang pun masih ada yang menyepelekan dengan menyebutnya tukan rias atau
tukang salon.
Andhita sama sekali
tidak berpikir bahwa bisa dilakukan lewat Instagram. Awalnya dia hanya ingin
orang-orang tau kalau dia punya kemampuan make up. Paa waktu itu masih jarang
MUA di Instagram, belum meledak seperti sekarang. Mulai dari situ, banyak orang
yang mulai mengubunginya untuk dimake up. Andhita yang awalnya hanya punya 2000
followers sekarang telah mencapai 37K followers, angka yang cukup fantastis.
Dengan
banyaknya MUA bermunculan, Andhita pun tidak takut untuk bersaing dan bertahan.
Andhita menyadari seiring berjalannya waktu regenerasi pasti ada. Sama seperti
memilih baju di butik, baju apasih yang sekarang lagi mereka inginkan. Perubahan-perubahan
yang harus dipelajari sedikit demi sedikit, tiap haru harus rajin buka
Instagram, make up apasih yang lagi mereka inginkan. Dengan begitu ia jadi tau
permintaan pasar yang sedang ngetrend pada saat ini.


Pembukaan
Festival Way Kambas XVII 2017

Pembukaan Festival Way
Kambas (FWK) 2017 di Pusat Konservasi Gajah Taman Nasional Way Kambas,
Kabupaten Lampung Timur, Lampung, Sabtu 11 Nov 2017, dimeriahkan parade 17 ekor
gajah jink. Parade 17 ekor gajah jinak Way Kambas sejauh 300 meter dari lokasi
singgah adalah membawa Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa dan Gubernur
Lampung menuju ke panggung tempat dilangsungkan pembukaan FWK 2017.
Gubernur Lampung Ridho Ficardo aat membuka secara resmi
FWK 2017 telah mengatakan Taman Nasional Way Kambas adalah kawasan konservasi
dan telah ditetapkan sebagai kawasan warisan negara-negara ASEAN dan TNWK juga
menjadi paru-parunya dunia, sehingga dia meminta semua pihak menjaga kawasan
konservasi tersebut.
Lebih lanjut Ridho
mengatajn turut berbangga digelar FWK ke-17 yang digelar PemkabLampung Timur
yang nuansanya dirasakan lebih semarak dan gaungnya mulai terdengar
dimana-mana, sehingga Pemprov Lampung akan menjadikan FWK ini sebagai wisata
unggulan.
“Selain Festival Way
Kambas yang akan diangkat, kita juga punya Festival Krakatau, kita punya Gunung
Anak Krakatau, dua potensi ini akan kita kembangkan, dan Festival Way Kambas
akan kita angkat ke tingkat Nasional,” ujan Gubernur Ridho. Ridho pun meminta
Pemkab Lampung Timur tetap menjaga kawasan konservasi TNWK dan terus berbenah
mempersiapkan diri untuk menyambut kunjungan wisatawan yang terus berdatangan
ke Lampung.
Apresiasi Gubernur Lampung M.Ridho
Ficardo dalam acara KPID Lampung Award

Ajang
Penghargaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Lampung Award 2017 dibuka
dengan "Tema Penyiaran Sehat Menuju Lampung Yang Helaw" yang
dilaksanakan di Gedung Mahligai Pasca Sarjana Universitas Bandar
LAmpung,Selasa,28 November 2017.
Gubernur
Lampung M.Ridho Ficardo Dalam Sambutannya mengatakan,"Untuk Memajukan
Penyiaran dan informasi yang ada diprovinsi lampung kita harus memperhatikan
kualitas, penyiaran dan informasi harus sehat dan positif, sehingga penyiaran
dapat menghadirkan negara dan rasa kebhinekaan pada masyarakat dan tentunya
diri kita masing-masing”. Selain itu juga beliau menanambahkan, tugas KPID
tidaklah mudah, mereka harus mampu menjaga, memperhatikan, memonitor semua
informasi-informasi yang diberikan media kepada masyarakat. Karena informasi
itu penting, karena dengan informasilah negara kita kuat, karena informasilah
masyarakat kita bisa lebih bersemangat. Begitu juga karena informasilah dapat
terjadi demoralisasi di masyarakat, bisa terjadi distrust terhadap pemerintah.
Oleh karena itulah kehadiran KPID menjadi sangat penting bagi.KPID Lampung
Award ini merupakan yang ketujuh untuk mengapresiasi karya insan penyiaran di
Lampung. Penghargaan meliputi 15 kategori untuk 20 lembaga penyiaran televisi
lokal dan nasional. Kemudian, 35 radio swasta dan pemerintah se-Lampung.
Dalam
Kegiatan tersebut Gubernur M. Ridho Ficardo atas nama Pemerintah Provinsi
Lampung megucapkan terimakasih dan aprsiasi sebesar-besarnya terhadap KPID
Lampung yang telah bekerja keras dalam melakukan monitoring arus informasi.
Gubernur juga mengapresiasi KPID yang aktif memberikan award sebagai bentuk
penghargaan kepada lembaga-lembaga penyiaran atas karya-karya yang telah
dihasilkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar