Rabu, 03 Januari 2018

Rina Fadhila 14712003

Maraknya jasa makeup artist (MUA) secara online
            membuat wajah wanita menjadi cantik adalah salah satu tugas wajib dari seseorang Make Up Artist atau yang disingkat dengan MUA. Pesatnya perkembangan media sosial membawa berkah bagi para pelaku bisnis. Salah satunya adalah penyedia jasa makeup artist (MUA). Mereka juga turut kecipratan berkah dari maraknya pengguna media sosial ini. Melalui media spsial, terutama Instagram mereka aktif meng-upload foto-foto hasil karyanya.
            Salah satunya adalah Andhita Mega Puspita atau lebih dikenal Andhita Irianto, seorang MUA yang berasal dari Bandar Lampung. Wanita berusia 24 tahun ini telH MEMULAI BISNIS MUA-nya sejak awal tahun 2014. Andhita lahir di Jakarta, 17 Oktober 1992. Ia merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Lampung. Ketertarikannya menjadi MUA bermula sejak Andhita sedang mempersiapka preweddingnya. Ia mencoba untuk make up sendiri kemudian ia berpikir suatu saat ingin mendandani orang lain. Selama 3 bulan ia mengikuti training make uo di studio foto dan ikut membantu mendandani mahasiswa yang photoshoot untuk yudisium. Saat itu bayarannya pun masih cuma-cuma.
Diawali usahanya banyak orang yang memandang pekerjaannya dengan sebelah mata. Hanya bermodal satu tas merah yang selalu dibawa kemana-mana, isi make up ala kadarnya dan make up dari brand-brand likal yang bisa dibilang murah. Tak jarang yang mencibir “duh sayang banget lulusan fakultas hukum kok jadi tukang make up”. Bahkan sampai sekarang pun masih ada yang menyepelekan dengan menyebutnya tukan rias atau tukang salon.
Andhita sama sekali tidak berpikir bahwa bisa dilakukan lewat Instagram. Awalnya dia hanya ingin orang-orang tau kalau dia punya kemampuan make up. Paa waktu itu masih jarang MUA di Instagram, belum meledak seperti sekarang. Mulai dari situ, banyak orang yang mulai mengubunginya untuk dimake up. Andhita yang awalnya hanya punya 2000 followers sekarang telah mencapai 37K followers, angka yang cukup fantastis.
Dengan banyaknya MUA bermunculan, Andhita pun tidak takut untuk bersaing dan bertahan. Andhita menyadari seiring berjalannya waktu regenerasi pasti ada. Sama seperti memilih baju di butik, baju apasih yang sekarang lagi mereka inginkan. Perubahan-perubahan yang harus dipelajari sedikit demi sedikit, tiap haru harus rajin buka Instagram, make up apasih yang lagi mereka inginkan. Dengan begitu ia jadi tau permintaan pasar yang sedang ngetrend pada saat ini.

Pembukaan Festival Way Kambas XVII 2017

Pembukaan Festival Way Kambas (FWK) 2017 di Pusat Konservasi Gajah Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, Sabtu 11 Nov 2017, dimeriahkan parade 17 ekor gajah jink. Parade 17 ekor gajah jinak Way Kambas sejauh 300 meter dari lokasi singgah adalah membawa Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa dan Gubernur Lampung menuju ke panggung tempat dilangsungkan pembukaan FWK 2017.
            Gubernur Lampung Ridho Ficardo aat membuka secara resmi FWK 2017 telah mengatakan Taman Nasional Way Kambas adalah kawasan konservasi dan telah ditetapkan sebagai kawasan warisan negara-negara ASEAN dan TNWK juga menjadi paru-parunya dunia, sehingga dia meminta semua pihak menjaga kawasan konservasi tersebut.
Lebih lanjut Ridho mengatajn turut berbangga digelar FWK ke-17 yang digelar PemkabLampung Timur yang nuansanya dirasakan lebih semarak dan gaungnya mulai terdengar dimana-mana, sehingga Pemprov Lampung akan menjadikan FWK ini sebagai wisata unggulan.
“Selain Festival Way Kambas yang akan diangkat, kita juga punya Festival Krakatau, kita punya Gunung Anak Krakatau, dua potensi ini akan kita kembangkan, dan Festival Way Kambas akan kita angkat ke tingkat Nasional,” ujan Gubernur Ridho. Ridho pun meminta Pemkab Lampung Timur tetap menjaga kawasan konservasi TNWK dan terus berbenah mempersiapkan diri untuk menyambut kunjungan wisatawan yang terus berdatangan ke Lampung.




Apresiasi Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo dalam acara KPID Lampung Award
Ajang Penghargaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Lampung Award 2017 dibuka dengan "Tema Penyiaran Sehat Menuju Lampung Yang Helaw" yang dilaksanakan di Gedung Mahligai Pasca Sarjana Universitas Bandar LAmpung,Selasa,28 November 2017.
Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo Dalam Sambutannya mengatakan,"Untuk Memajukan Penyiaran dan informasi yang ada diprovinsi lampung kita harus memperhatikan kualitas, penyiaran dan informasi harus sehat dan positif, sehingga penyiaran dapat menghadirkan negara dan rasa kebhinekaan pada masyarakat dan tentunya diri kita masing-masing”. Selain itu juga beliau menanambahkan, tugas KPID tidaklah mudah, mereka harus mampu menjaga, memperhatikan, memonitor semua informasi-informasi yang diberikan media kepada masyarakat. Karena informasi itu penting, karena dengan informasilah negara kita kuat, karena informasilah masyarakat kita bisa lebih bersemangat. Begitu juga karena informasilah dapat terjadi demoralisasi di masyarakat, bisa terjadi distrust terhadap pemerintah. Oleh karena itulah kehadiran KPID menjadi sangat penting bagi.KPID Lampung Award ini merupakan yang ketujuh untuk mengapresiasi karya insan penyiaran di Lampung. Penghargaan meliputi 15 kategori untuk 20 lembaga penyiaran televisi lokal dan nasional. Kemudian, 35 radio swasta dan pemerintah se-Lampung. 
Dalam Kegiatan tersebut Gubernur M. Ridho Ficardo atas nama Pemerintah Provinsi Lampung megucapkan terimakasih dan aprsiasi sebesar-besarnya terhadap KPID Lampung yang telah bekerja keras dalam melakukan monitoring arus informasi. Gubernur juga mengapresiasi KPID yang aktif memberikan award sebagai bentuk penghargaan kepada lembaga-lembaga penyiaran atas karya-karya yang telah dihasilkan.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar